Mimpi buruk !!!, itulah yang ada di pikiran saya jika film hollywood tak diputar di bioskop-bioskop di Indonesia. Karena adanya kebijakan pemerintah untuk membebankan bea masuk atas hak distribusi pada film-film luar negeri terutama Hollywood. Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi), Motion Picture Association (MPA) dan Bioskop 21 mengumumkan bahwa hari Kamis 17 Februari 2011, seluruh film Amerika Serikat (Hollywood) tidak akan di distribusikan di seluruh wiayah Indonesia.
Saya tak habis pikir, kenapa tiba-tiba hal ini terjadi, padahal selama ini film Hollywood adem ayem diputar di Indonesia. Bahkan walaupun ada film Hollywood kemarin-kemarin, film-film Indonesia pun tetap eksis diproduksi dan dinikmati penggemarnya. Mungkin jika film Hollywood tak diputar di Indonesia lagi beberapa dampak negatif akan bermunculan di antaranya bioskop dengan teknologi 3D mungkin tidak akan eksis lagi, lebih marak lagi DVD bajakan, dan mungkin nanti tidak ada lagi bioskop yang bernama 21 (twenty-one) tapi berubah jadi bioskop 21 (dua satu atau dua puluh satu) karena Indonesia banget.
Saya lebih mendukung jika harga karcis tiket film Hollywood di mahalkan saja untuk dapat film bermutu, daripada benar-benar menghilang begitu saja. Seandainya saja perfilman Indonesia mampu memproduksi film seperti Spiderman, Transformer atau Tron Legacy mungkin hal ini ga masalah. Bagaimana dengan Anda ?
http://joyhomework.wordpress.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar