Rabu, 20 April 2011

Asyik Mandi, Bambang Nyaris Tewas Digigit Buaya

Tribunnews.com - Rabu, 20 April 2011 06:16 WIB
Share on Facebook Share on Twitter  Print Berita Ini   + Text 
Asyik Mandi, Bambang Nyaris Tewas Digigit Buaya
net
ilustrasi
Laporan Wartawan Tribunlampung.co.id Endra Zulkarnaen.

TRIBUNNEWS.COM, RAWAPITU - Bambang Irawan (30), warga Kampung Andalas Cermin Kecamatan Rawa Pitu, Tulangbawang, nyaris tewas dimakan buaya. Peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, Senin (18/4/2011) malam, ketika Bambang sedang mandi di Sungai Tulangbawang.

Meski selamat dari maut yang mengancam nyawanya, namun kaki kiri bapak dua anak itu terluka parah akibat gigitan buaya. Hingga kini, Bambang masih trauma dan terbaring lemah di kediamannya.

Bambang yang ditemui Selasa (19/4/2011) mengatakan, peristiwa berawal saat dia baru saja pulang dari ladang. Seperti biasa, seusai pulang dari ladang, Bambang mandi di Sungai Tulangbawang, tepat di depan rumahnya.

"Saya enggak ada firasat apa-apa, karena biasanya memang saya dan keluarga memanfaatkan sungai itu untuk mandi. Ini baru pertama terjadi di sini," jelasnya kepada Tribunlampung.co.id.

Saat asyik mandi, lanjut Bambang, tiba-tiba ia merasa kaki kirinya dingin seperti ada sesuatu yang menyentuh. Awalnya, Bambang menganggap itu hal biasa. Bambang baru terkejut dan menyadari ada seekor buaya besar sedang mengintainya, ketika ia menengok ke belakang.

"Begitu saya menengok ke belakang, terlihat mulut buaya yang sedang mangap (menganga), dan langsung menggigit kaki kiri saya," ungkapnya.

Spontan, Bambang langsung berontak dan mencoba melepaskan kaki kirinya dari mulut buaya tersebut. Bambang juga berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendengar teriakan Bambang, warga langsung berlari ke arah sumber suara. Melihat Bambang tengah meronta dari gigitan buaya, warga kemudian mencoba menyelamatkan Bambang dengan menarik tubuh suami Ernawati itu ke pinggir sungai.

Setelah berhasil menyelamatkan Bambang dari gigitan Buaya, warga sekitar lalu membawa Bambang ke Puskesmas Rawa Pitu, untuk mengobati luka robek pada bagian betis dan paha kirinya.

"Bagian paha dijahit sebanyak 33 jahitan. Di bagian betis sebanyak 20 jahitan," cetusnya.

Akibat peristiwa itu, warga Kampung Andalas Cermin belum berani mandi di Sungai Tulangbawang. Beberapa warga juga mengaku masih sering melihat buaya tersebut muncul di permukaan sungai. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar